Pelabuhan Ketapang Macet, Arus Logistik Antar-Pulau Terancam — FORMASI: Ini Sudah Darurat Nasional
Ketua Formasi
BANYUWANGI — Kemacetan berkepanjangan yang melanda Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, hingga Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, kini dinilai telah melumpuhkan arus perputaran ekonomi dan logistik antar pulau. Ketua Umum FORMASI, Didik Budhiarto, S.H., menyampaikan kekhawatiran sekaligus kecaman keras terhadap situasi yang semakin memburuk tersebut.
"Kemacetan yang melanda Pelabuhan Ketapang sudah membuat lumpuh perekonomian. Kenapa saya bilang begitu? Karena banyak sekali kendaraan logistik yang terjebak dalam kemacetan berjam-jam, bahkan berhari-hari. Hal ini jelas sangat merugikan banyak pihak — pengusaha, pedagang, hingga konsumen. Ada apa sebenarnya ini?" ujar Didik kepada awak media, Selasa (22/9/2026).
Ia mempertanyakan alasan utama kemacetan yang tak kunjung usai tersebut. Jika diklaim semata-mata akibat proyek pembangunan di lingkungan pelabuhan, dampak yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha dinilai sudah tidak sebanding.
"Kalau memang hanya karena proyek di pelabuhan, apakah harus sampai seperti begini? Apakah tidak ada solusi sementara, agar arus tetap berjalan lancar saat pengerjaan berlangsung?" tegasnya.
Permasalahan ini, kata Didik, bukan lagi sekadar urusan lokal antar Kabupaten Banyuwangi dan Jembrana, melainkan sudah berdampak luas dan menjadi urusan nasional.
"Kami meminta kepada pihak pemerintah terkait untuk segera menyampaikan kejelasan mengenai permasalahan kemacetan di lintasan Ketapang–Gilimanu. Permasalahan ini bukan lagi masalah lokal, ini sudah bisa dibilang masalah nasional."
Ketua Umum FORMASI juga menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap kinerja pemerintah dan pihak pengelola pelabuhan yang dianggap lambat dalam mengambil langkah strategis. Bahkan, muncul dugaan adanya kepentingan lain di balik kelancaran penanganan masalah ini.
"Saya selaku Ketua Umum FORMASI merasa kecewa sekali dengan kinerja pemerintah terkait. Apakah kemacetan ini ada permainan politik di baliknya? Mengapa tidak ada solusi yang nyata dan cepat? Pemerintah harus benar-benar bisa memecahkan permasalahan kemacetan di lintasan strategis Ketapang–Gilimanuk ini secepatnya. Jangan biarkan terus merugikan rakyat."
Sampai berita ini diturunkan, kemacetan di kedua pelabuhan penyeberangan tersibuk di Indonesia itu masih berlangsung padat. Ratusan kendaraan barang, penumpang, dan kendaraan pribadi masih mengantre berjam-jam menuju penyeberangan. FORMASI berjanji akan terus memantau dan mendesak pihak berwenang agar segera mengambil langkah tegas demi pemulihan arus penyeberangan yang normal.
Editor :Titus Yohanes
Source : Formasi