Sambut Nataru 2025, Polresta Banyuwangi Hadirkan "Istana Negara" di Pelabuhan Ketapang
Sambut Nataru 2025, Polresta Banyuwangi Hadirkan "Istana Negara" di Pelabuhan Ketapang
Banyuwangi|Menjelang libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Polresta Banyuwangi kembali melakukan inovasi unik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah berdirinya Pos Terpadu Pelayanan dengan desain miniatur Istana Negara yang berlokasi strategis di kawasan Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi.
?Pemandangan berbeda nampak di pintu masuk Pelabuhan Ketapang. Bangunan megah berwarna putih dengan pilar-pilar kokoh khas Istana Kepresidenan berdiri tegak, menyambut para pemudik dan wisatawan yang hendak menyeberang ke Pulau Bali maupun yang baru tiba di Pulau Jawa.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S. I. K., M. Si., M. H. menyatakan bahwa pemilihan tema Istana Negara ini bukan tanpa alasan. Selain sebagai simbol kewibawaan dan kenyamanan, desain ini diharapkan dapat memberikan kesan ramah dan menyenangkan bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan jauh.
?"Kami ingin memberikan pelayanan terbaik. Pos Terpadu ini bukan sekadar tempat penjagaan, tapi juga pusat pelayanan yang humanis. Miniatur Istana Negara ini juga menjadi simbol bahwa negara hadir untuk mengamankan dan melayani masyarakat selama libur Nataru," ujar Kombes Pol Rama.
?Tak hanya megah di luar, Pos Terpadu ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jasa pelabuhan, di antaranya: Layanan cepat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian, Ruangan ber-AC bagi pengendara yang merasa lelah,
Pemeriksaan kesehatan gratis dan penyediaan obat-obatan dasar, ?Pantauan arus lalu lintas dan jadwal kapal melalui layar CCTV terintegrasi, Fasilitas khusus bagi ibu menyusui dan area bermain mini.
?Polresta Banyuwangi menyiagakan ratusan personel yang tersebar di berbagai titik strategis di seluruh Kabupaten Banyuwangi.
?Sebagai titik krusial penyeberangan Jawa-Bali, Antisipasi lonjakan pengunjung di Kawah Ijen, Pulau Merah, dan TN Alas Purwo, Menjamin kekhusyukan umat Kristiani dalam merayakan Natal, Mengurai potensi kemacetan di sepanjang jalur pantura dan jalur selatan.
?Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada, mematuhi rambu lalu lintas, dan memanfaatkan fasilitas Pos Pengamanan (Pospam) maupun Pos Pelayanan (Posyan) yang telah disediakan di sepanjang jalur mudik.
Editor :Titus Yohanes